

Name | Adam |
Alias | Percival / Sergei (Серге́й) / Friedrich / Pierre / Antonio / Arjun / Oda / Kyung-soo / Feng |
Gender | Masculine |
Birthdate | 13 May |
Age | He forgot his real age. So, he chose 31. |
Height | 181 cm |
Weight | uncertain. |
Blood Type | O |
Hair Color | Silver |
Eyes Color | Black-Red |
Status | Married |
Secara penampilan, Adam akan memakai apa pun yang pas di tubuhnya. Dia bahkan tidak akan berpikir dua kali untuk menggunakan pakaian wanita, walaupun ini hanya akan dia lakukan bila tidak memiliki pilihan lain. Kau akan menemukan dia menggunakan masker yang menutupi sebagian wajahnya, ini dia lakukan dengan sebuah alasan. Dan pada salah satu bagian mata, dia memiliki bekas luka memanjang yang terlihat jelas. Ada kalanya juga dia menggunakan contact lens di matanya yang lain, terlebih di zaman yang semakin modern. Jadi, nikmatilah apa yang bisa kau lihat.
. . .
Secara kepribadian, Adam adalah pria yang baik. Dia tidak sungkan untuk menolong orang yang kesulitan—kendati dia tetap akan menyesuaikan dengan kemampuannya juga—. Dia tidak pernah ragu untuk memberikan makanan yang dia miliki bila melihat seorang gelandangan di pinggir jalan. Dan dia juga adalah seorang yang rajin, mungkin terlihat seperti sibuk. Kendati dia melakukan itu demi mendistraksi pikiran dari sesuatu. Juga selalu tertarik untuk mempelajari hal baru.
Adam tidak memiliki kesulitan untuk bersosialisasi. Mungkin dia bisa dikatakan sebagai teman bicara yang menyenangkan. Hanya saja, dia menganggap aktivitas ini sebagai hal melelahkan. Untungnya, dia pandai menutupi lelahnya dari orang lain. Dia tidak ingin membuat orang lain merasa tidak enak padanya.
Dia adalah pria yang setia—kepada kekasih maupun teman—, dia tidak akan pernah membicarakan hal buruk tentang mereka di belakang atau akan membiarkan orang lain membicarakan hal buruk tentang mereka. Dia akan melakukan apa pun untuk membela mereka, bahkan bila harus ada darah yang tumpah.
Sayangnya, dia bukan seseorang yang mudah menceritakan kesulitannya kepada orang lain walaupun sudah dia anggap teman sekalipun. Kesulitan, masa lalu—bahkan dia berencana untuk menyimpan hal itu sendirian selama hidupnya.
Ada kalanya, dia bisa jadi apatis.
Dahulu kala, hiduplah suatu makhluk berwujud layaknya serigala berbulu abu-abu dengan ukuran yang besar di sebuah hutan. Makhluk itu tidak memiliki keluarga atau siapa pun yang dapat dia lindungi ataupun melindungi dirinya. Dikarenakan hal itu, makhluk tersebut dipenuhi oleh amarah dan kebencian.
Dia mulai menjadi teror bagi para manusia yang tinggal tidak jauh dari desa itu, atau para manusia yang harus masuk ke hutan demi mencari makan atau sesuatu yang dapat menghasilkan uang. Mereka yang masuk ke hutan, tidak pernah kembali. Makhluk itu menjadi manusia yang masuk ke dalam hutan sebagai makanan atau mainannya.
Semakin kuat teror yang diciptakan oleh makhluk itu, para manusia mulai berhenti memasuki hutan—bahkan para prajurit yang ditugaskan untuk membasmi dirinya. Bosan, makhluk itu keluar dari hutan. Dia melakukan pembasmian secara terang-terangan. Ketakutan para manusia akan dirinya membuat makhluk itu semakin liar. Tiada ampun, kendati para manusia tidak pernah mencoba menyakitinya dari awal.
Penyerangan dari makhluk itu semakin tersebar ke mana-mana. Manusia yang mencoba untuk menumbangkan dirinya pun semakin banyak, namun senjata biasa tidak mampu untuk menembus kulitnya. Dia semakin merajalela. Dan penyerangannya sampai ke sebuah desa yang disebut sebagai tanah suci.
Itu adalah tempat di mana makhluk tersebut kehilangan kejayaannya.
Manusia tidak lagi menggunakan senjata biasa untuk menumbangkannya, tetapi rapalan kata-kata yang dia tidak mengerti. Tubuh makhluk itu tumbang di atas sebuah lingkaran dengan motif. Mereka menyebutnya segel—yang akan mengantarkannya ke kehidupan lain. Dengan kata lain, dia mati.
Hari itu menciptakan kebahagiaan bagi para manusia. Dan selama perjalanannya menuju ke kehidupan lain, telinganya dipenuhi oleh kata-kata kutukan dan semacam itu.
. . .
Kau begitu menikmati kehidupanmu, benar? Membunuh manusia yang tidak berdosa dan kau terus melakukannya walaupun telah melihat penderitaan mereka.
Hukumanmu tidak akan terjadi di Neraka, tetapi di Bumi sebagai manusia. Kau akan merasakan penderitaan yang sama, bahkan lebih buruk. Dan kau tidak akan bisa melarikan diri dari itu, sampai mereka yang mengutukmu berhenti melakukannya.
Dia tidak tahu mengerti hukuman macam apa yang dimaksud. Dan sebelum dia dapat bertanya, jiwanya telah pergi dari suara itu.
Di hari yang sama, dia kembali lahir. Di tubuh tidak berdaya yang hanya bisa menyuarakan tangisan. Tanpa ada siapa pun di sekitarnya—kembali, hanya sendirian. Mungkin bila seorang wanita paruh baya tidak menemukan dirinya di sana, dia akan menjadi santapan binatang buas.
Wanita itu menjadikan dia sebagai putranya dan memberikan Adam sebagai namanya. Wanita itu memiliki seorang anak perempuan berusia tiga tahun lebih tua darinya dan memiliki nama Eve.
Mereka berdua menyayanginya dan memberikannya kehidupan menyenangkan walau penuh perjuangan, karena keluarga mereka tidak berlimpah harta dan benda. Semenjak berusia lima tahun, Adam sudah ikut membantu mereka bekerja sebagai petani.
Seiring berjalannya waktu, Adam mulai berhenti menganggap Eve sebagai kakaknya. Dan dia yakin bahwa dia telah jatuh cinta kepada Eve, ketika gadis itu hampir diperkosa oleh beberapa pria dari desa seberang. Saat itu, Adam telah berusia tujuh belas tahun.
Adam mengerahkan seluruh kemampuannya untuk melindungi Eve, yang mana membuatnya berakhir membunuh para pria itu. Ah, dia melakukannya lagi. Di lubuk hati terdalam, dia menikmatinya.
Pastilah, kejadian itu tidak dapat berlalu begitu saja. Adam dijatuhi hukuman penjara. Kesaksian Eve sebagai korban tidak dapat mengurangi masa hukuman yang harus Adam lalui. Kala itu, wanita masih dianggap rendah.
Aku mencintaimu, Eve. — adalah kalimat terakhir Adam sebelum mendekam di balik sel penjara.
Adam tidak tahu, kalau pernyataan cinta-nya adalah awal dari kesengsaraan.
Eve membalas perasaan Adam dan memutuskan untuk menunggu sang pria—yang mulanya adalah seorang adik—dibebaskan dari masa hukuman. Dia bahkan menentang ibunya yang menginginkan dia untuk menikah, terlebih cukup banyak lamaran ditujukan padanya. Eve adalah gadis yang cantik.
Rasa sayang sang ibu pada Adam, mulai berubah menjadi kebencian.
Ketika Adam dibebaskan dari masa hukumannya, yang beberapa tahun lebih awal karena banyaknya permintaan untuk membebaskan Adam, karena dianggap heroik, hal pertama yang dilakukannya adalah pulang ke rumah.
Usianya sudah dua puluh tiga kala itu.
Kepulangannya tidak disambut ramah oleh sang ibu. Dan Eve tidak diizinkan untuk bertemu dengannya lagi. Hubungan kekeluargaan mereka berakhir.
Adam tidak menyerah begitu saja. Dia mencari segala cara untuk bisa bertemu dengan Eve. Untungnya, gadis itu memiliki banyak teman di desa yang dapat membantunya menyampaikan pesan. Berkat teman-teman Eve, mereka berdua berhasil bertemu.
Bawa aku bersamamu, Adam.
Itu adalah godaan dan Adam tidak mencoba untuk menepisnya. Dia telah berkali-kali mencoba bicara dengan sang ibu, namun hubungan mereka tidak mendapat restu juga. Maka dari itu, dia dan Eve melarikan diri.
Mereka menikah dan mereka sangat bahagia. Hingga mereka lupa, kebahagiaan selalu memiliki akhir.
Eve tengah hamil besar. Adam harus bekerja untuk menafkahi istrinya dan bayi yang akan segera lahir, hanya perlu menghitung minggu. Perasaan Adam tidak bisa tenang di masa-masa itu. Namun, Eve terus meyakinkan Adam bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Dan seharusnya ... Adam tidak percaya.
Kepulangan Adam di malam hari seusai bekerja, disambut dengan keheningan yang begitu menusuk. Penciuman-nya yang tajam, menangkap aroma familiar yang membuat wajahnya dipenuhi keringat seketika. Ketika dia masuk ke dalam kamar, dia mendapati Eve tergeletak di atas lantai dengan darah menggenang di sekitarnya.
Dia mencoba untuk membangunkan Eve, namun tidak ada respon. Tubuh istrinya sudah mendingin dan kaku. Dan itu berarti ...
... dia juga kehilangan bayi mereka.
Adam menangis. Dia berteriak sangat keras. Sesekali menghina diri sendiri karena telah dengan bodohnya memilih tempat tinggal yang jauh dari perumahan lainnya. Dan hal pertama yang dia lakukan setelah dapat meredakan tangisannya adalah mencoba untuk membunuh dirinya sendiri.
Dan dia tetap hidup.
Di sinilah dia menyadari, bahwa ini adalah hukuman yang dimaksud sebelum dia kembali dilahirkan.
Untuk waktu yang lama, Adam kehilangan kewarasannya.
Walaupun dikatakan bahwa dia dilahirkan sebagai manusia, namun beberapa kemampuan yang dia miliki di kehidupan sebelumnya, ikut melekat dalam dirinya.
Adam pernah belajar sihir—setelah berhasil meloloskan diri dari ketidakwarasannya—. Beberapa sihir yang dipelajari olehnya adalah healing, fire magic, dan magic infusion. Namun, kini dia tidak lagi menggunakan kemampuan sihirnya bahkan mungkin sudah lupa cara menggunakannya.
Dia memilih untuk melindungi diri dengan senjata buatan manusia dan menghindari situasi yang terlalu dekat dengan peperangan. Walaupun pernah terlibat dalam peperangan sebelumnya.
Ability |
---|
Immortality : Keabadian. Dia tidak akan mati walaupun mencoba untuk membunuh dirinya sendiri atau dibunuh oleh orang lain. Kemampuan ini bukanlah sebuah anugerah, ini adalah bagian dari hukumannya. |
Supernatural Senses : Ini adalah apa yang dia miliki di kehidupan sebelumnya. Penciuman, pendengaran, dan penglihatan miliknya yang paling tajam. Hal itulah yang membuat dia handal dalam menghindari ancaman yang akan mendekat. |
Zoolingualism : Dia bisa memahami bahasa hewan dan bisa berkomunikasi dengan mereka. Hanya saja, dia jarang melakukannya di tempat publik karena tidak ingin dianggap gila. |
EVE.
Istri dan satu-satunya kekasih hati. Wanita baik yang pernah menjadi seorang kakak baginya—dan hampir menjadi ibu dari anaknya.
Berpuluh tahun berlalu semenjak kepergian Eve dan bayi mereka. Dia belum bisa melupakannya. Bahkan walaupun banyak wanita menginginkannya, dia tidak dapat berhenti menginginkan Eve.
Dan dia kira, dia akan sendiri selamanya.
Sampai suatu hari, dia bertemu dengan seorang wanita dengan perawakan yang sama dengan Eve. Dia mencoba untuk mendekatinya dan—mengetahui bahwa nama wanita itu juga Eve. Bahkan sifat mereka juga sama. Wanita baik, pandai bergaul, ramah, dan mampu memikat orang hanya dalam sekali pandang.
Adam mencoba percaya bahwa wanita itu memanglah Eve, istrinya—kekasih hatinya.
Dan dia harus percaya. Sebab, setelah Eve jatuh cinta padanya dan mereka memutuskan untuk bersama. Lagi-lagi, Eve harus mati dalam kondisi mengenaskan. Dan kali ini, dia melihatnya sendiri tepat di depan mata. Hal paling menyakitkannya—dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikan itu.
ABOUT EVE |
---|
Original Eve lahir pada tanggal 20 Januari. |
Hal yang paling disukai oleh Eve adalah roti. Hal ini bisa dimaklumi karena dulunya mereka tidak punya banyak uang untuk membeli makanan enak. Anehnya, bahkan reinkarnasi Eve pun tampaknya juga sangat menyukai roti. |
Eve tidak selalu terlahir dalam wujud yang sama. Dan walaupun nama mereka terkadang adalah Evelyn atau serupa, tetapi nama panggilan mereka selalu Eve. |
Hampir seluruh reinkarnasi Eve tidak pernah mengingat masa lalunya. |
Beberapa reinkarnasi Eve tidak pernah bertemu atau mengenal Adam. Dan mereka semua hidup hingga usia tua. |
Beberapa reinkarnasi Eve pernah tiada karena ulah Adam sendiri. Seperti ditabrak—dengan mobil—hingga tewas oleh Adam. |
Telah hidup di Bumi selama ratusan tahun. Spesifiknya telah dilupakan.
Jika kau memandang bola mata merah miliknya lekat-lekat, kau akan menyadari ada tiga titik yang terbentuk seperti roda di sana. Bola mata itu adalah tanda kutukan atas kehidupannya. Dan bila kau menatapnya terlalu lama, kau akan mengalami satu kesialan dalam harimu. Adam mengetahui hal itu dari seorang penyihir. Terkadang dia menutupinya, khawatir terhadap orang lain. Namun, sekarang dia sudah tidak terlalu peduli.
Mampu melakukan banyak hal karena lamanya tinggal di dunia. Seperti memasak, melukis, menulis, memahat, bertarung dengan jarak dekat maupun menggunakan senjata (seperti pedang, tombak, panah karena pernah terlibat sebagai prajurit perang di masa lalu), tawar-menawar. Terlalu banyak hingga dia dianggap sempurna, padahal dia hanya menggunakan waktu yang dia miliki untuk belajar banyak hal.
Dia mengisi kekosongan hidupnya dengan melakukan banyak pekerjaan. Hampir semua pernah dia lakukan—kecuali pekerjaan yang membutuhkan persyaratan seperti lulus dengan gelar tertentu.
Selama dia hidup, hobi yang tidak pernah lepas darinya adalah membaca buku. Dan membaca novel dengan genre romantis bercampur tragedi serta angst adalah favoritnya.
Informasi di atas mengonfirmasi bahwa Adam memiliki sisi masokis. Dia menyiksa dirinya sendiri dengan membaca cerita semacam itu.
Adam menyukai anak kecil. Dia melihat mereka seperti anaknya sendiri. Dikarenakan hal itu, dia belajar ventriloquism dan menggunakan kemampuannya untuk menghibur mereka dengan pertunjukan boneka.
Pernah beberapa kali masuk penjara dengan kasus ringan (seperti mencuri barang yang tidak terlalu berharga). Biasanya dia lakukan ketika dia merasa tempat tinggalnya tidak cukup untuk mengisolasi diri.
Dia selalu menyukai hari ulang tahun walaupun juga terasa perih. Dia dan Eve, dulu tidak pernah melewatkan kesempatan untuk merayakan hari ulang tahun bersama.
Dia mampu berbicara banyak bahasa karena hidupnya yang nomaden. Bukan hanya menyinggahi kota-kota dari tempat asalnya, tetapi juga negara lain. Sebagian bahasa yang dia ketahui adalah Russian, Spanish, Mandarin, Hindi, Japanese, Korean, French, German.
Dia memiliki buku diary berisikan perasaannya tentang Eve.
Memiliki PTSD.
Akan lebih sering terlihat berjalan kaki. Dia tidak bisa mengendarai mobil dan menolak menumpangi sebuah mobil.